Sabtu, 04 Juni 2011

Pantai Iboih - keindahan Pantai di Ujung Barat Indonesia

Kota Sabang adalah kota yang terletak di ujung Barat Indonesia. Kota Sabang merupakan kota kecil dengan pemandangan alam yang indah yang dapat ditempuh 45 menit menggunakan kapal cepat dari Kota Banda Aceh.

imageimage

Pantai Iboih dan Pulau Rubiah, merupakan lokasi wisata terkenal di Pulau Weh Kota Sabang yang banyak dikunjungi oleh turis luar negeri. Lokasi pantai Iboih memiliki pantai yang indah, dan menjadi lokasi yang menarik untuk Diving dn snorkeling.

DSC_0811DSC_0820

DSC_0848DSC_0862

DSC_0864DSC_0057

DSC_0012DSC_0045

DSC_0004DSC_0112

Lokasi Diving terletak di sekitar Pulau Seulako, lokasi berjarak sekitar 10 menit dari pantai Iboih, lokasi dapat ditempuh dengan menyewa spedd boat dengan sewa sekitar Rp. 200.000 (US$ 22). Sedangkan untuk snorkeling dapat dilakukan disekitar Pulau Rubiah, dengan jarak tempuh sekitar 10 menit dari Pantai Iboih.

DSC_0103DSC_0136

Untuk tempat menginap tersedia banyak penginapan, cottage, dan rumah sewa di sekitar lokasi dengan tariff sewa antara Rp. 150.000 – Rp. 250.000,- per malam ( US$ 17 – US$ 28).

Beberapa bangunan dibuat sederhana, di bangun di sela-sela pohon dan berdiri pada batu-batu gunung yang kokoh. Lokasi sangat tenang dan sunyi, tidak ada aktivitas hiburan di malam hari.

DSC_0108DSC_0125DSC_0124

Titik Nol Kilometer Indonesia

Mengunjungi Kota Sabang, kota yang terletak paling barat Indonesia,menjadi lengkap bila berkunjung ke monument titik nol kilometer. Monumen titik nol kilometer Indonesia, merupakan monument yang dibangun untuk menggabarkan titik nol jalan darat di ujung barat Indonesia.

Bangunan menara berbentuk silinder dengan tinggi 22,5 meter, dengan puncak terpasang lambing burung garuda – lmbang Negara Indonesia. Bangunan tersebut dibangun pada titik koordinat : , pada kawasan hutan diujung Pulau Weh, dengan pemandangan laut lepas pada bagian utara.

Berikut ini disajikan gambar monumen titik nol Indonesia, yang berada di ujung Barat Indonesia dilengkapi dengan pemandangan laut dan kawasan hutan disekitar monumen.

DSC_0790DSC_0797DSC_0777

berikut ini pemandangan laut lepas dari titik nol kilometer

DSC_0800DSC_0804

Gambar berikut ini menampilkan kawanan  kera dan kondisi hutan dengan pohon yang besar di sekitar titik nol kilometer

DSC_0782DSC_0786

Untuk mengunjungi monument tersebut, dapat langsung menggunakan mobil atau sepeda motor dari Pelabuhan Balohan. Tarif sewa mobil sekitar Rp. 350.000 (US$ 39) untuk 5 penumpang. Tarif sewa tersebut dapat digunakan selama 5 jam, sekaligus untuk mengunjungi beberapa objek wisata yang ada di sekitar kota Sabang, antara lain pantai Iboih, Pulau Rubiah, Pantai Gapang, Pasir Putih dan Sumur Tiga.

Setelah selesai mengunjungi titik nolkilometer, kita bisa meminta sertifikat sebagai bukti telah mengunjungi titik nol kilometer yang ditandatangani oleh Walikota Sabang.

Banda Aceh Pasca Tsunami

Banda Aceh,selalu dikenang dengan peristiwa tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Saat itu gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa dengan kekuatan 9 Skala Richter pada titik gempa di Samudera Indonesia, bencana tersebut menelan korban ratusan ribu jiwa dan menghancurkan lebih dari 60 % bangunan kota. Gambar berikut memperlihatkan kehancuran kota Banda aceh setelah diterjang tsunami.

DSC_0744aDSC_0742a

Saat ini bila mengunjungi Kota Banda Aceh, maka kita akan melihat kenangan tsunami dalam bentuk bebarapa monument yang memperlihatkan betapa dahsyatnya kejadian tersebut.

Berikut ini beberapa lokasi monument tsunami di sekitar Kota Banda Aceh : antara lain kuburan masal, kapal apung, museum tsunami.

DSC_0646DSC_0737DSC_0682DSC_1114

Lebih dari itu Banda Aceh masih memiliki pesona pantai yang indah sebagaimana gambar berikut ini.

DSC_0732DSC_0755DSC_0756

Mengunjungi Banda Aceh, mengenang bencana tsunami dan melihat  keindahan pasca tsunami.

Jumat, 28 Mei 2010

Melepas Matahari di Pantai Losari Makassar

Tanggal  25-27 Mei 2010 untuk ketiga kali penulis datang mengunjungi Kota Makassar (Ujung Pandang). Berbeda dengan kunjungan terdahulu, kali ini penulis sempat mengambil beberapa keindahan sudut kota dan menikmati kuliner khas Makassar serta berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung.

Kota Makassar setiap waktu selalu membenahi diri, antara lain kondisi pantai Losari yang semakin nyaman dan di bagian lain akan dapat kita temukan Pantai Tanjung Bunga dengan Studio Trans TV yang terkenal.

Pantai Losasi merupakan kawasan yang paling banyak dikunjungi oleh warga Kota Makassar di pagi dan menjelang malam hari, terutama saat matahari tenggelam di ufuk Barat. 

DSC_1015DSC_0979DSC_0980DSC_0982  DSC_1017DSC_0988

Sisi lainnya yang perlu di lihat adalah sebuah benteng Roterdam yang terletak pada bagian Barat Pantai Losari.

DSC_0999DSC_1004 DSC_0998DSC_1007

Dan yang paling baru adalah Pengembangan Tanjung Bunga yang terletak di bagian Timur dari lokasi Pantai Losari, yaitu Studio Trans TV, yang menjadi salah satu ikon Kota  Makassar. Trans Studio merupakan tempat hiburan keluarga terluas di Asia yang berada di ruang tertutup. Lokasi ini mirip dengan Dunia Fantasi Ancol.

DSC_0026DSC_0014 DSC_0015DSC_0018 (18)  

Bila ada waktu, jangan lupa pula untuk berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung yang terletak di Kabupaten Maros, sekitar 70 menit perjalanan darat dari Makassar. Bila kunjuungan tepat maka kita berkesempatan menyaksikan aneka jenis kupu-kupu.

DSC_1034DSC_1035 DSC_1031DSC_1040

Hal lain yang menarik, tentu saja kuliner khas Makassar seperti Coto Makassar dan aneka ikan laut serta pisang epe yang menjadi teman menikmati keindahan Pantai Losasi di waktu malam.

Bila ingin melepas matahari di sore hari, menikmati coto, ikan laut yang segar dan pisang epe, segera kunjungi Makassar. (Januminro).