Jumat, 06 November 2009

Kota Seribu Sungai

Banjarmasin adalah Kota terpadat yang ada di wilayah Kalimantan Selatan,  saat ini telah berbenah diri menuju Kota yang Indah dan Nyaman.  Kota Banjarmasin identik sebagai kota Seribu sungai, hal itu memang nyata, karena inilah Kota yang dikelilingi oleh dua sungai Besar yaitu sungai Barito dan sungai Martapura, dan di antara kedua sungai tersebut terhubung dengan banyak  anak sungai. Hal  unik lainnya, inilah Kota yang berada kira-kira 0,5 meter  di bawah permukaan laut.  Karena itulah, bila saat musim tertentu air laut masuk ke sebagian wilayah sungai Barito dan Sungai Martapura, membuat air menjadi terasa asin.
100_1616
Sebagai Kota yang dikelilingi Sungai, maka wajar Kota  Banjarmasin mengandalkan aktivitas dan daya tarik sungai sebagai andalan objek wisatanya.  Saat ini beberapa pinggiran sungai yang terletak di depan Mesjid Raya atau tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman telah tertata dengan taman yang baik dan nyaman. Saat ini di pinggir sungai telah dibuat sebuah pelataran, dan tersedia tempat duduk dan lampu penerangan untuk santai di sore dan malam hari.  Upaya Pemerintah Kota melakukan revitalisasi dan melakukan penataan bentaran sungai, tidak lain dalam upaya menjadikan Banjarmasin sebagai Kota berbasis sungai. 
Salah satu objek andalan wisata air Kota Banjarmasin adalah pasar terapung yang berada di Sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di Pasar Terapung ini para pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli menggunakan jukung (sebutan perahu dalam bahasa Banjar). Aktivitas transaksi dimulai pagi hari  sekitar jam 05.00 sampai selepas pukul 07:00 pagi.   Aktivitas perdagangan dan transaksi akan mulai berkurang ketikan matahari mulai muncul, dan secara perlahan para pedagang dan pembeli  pun mulai menyepi.
Aktivitas yang terjadi selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu daya tarik untuk  disaksikan. Setiap pedagang akan mengisi perahu dengan barang dagangan berupa sayuran, beragam buah lokal (seperti rambutan, mangga, durian), dan ikan  serta berdagang  berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.  Aktivitas perdagangan yang terjadi di pasar terapung menjadi menarik karena, jumlah pedagang dan pembeli yang saling berdesakan dan hilir mudik, untuk saling melihat dagangan yang dijual oleh pedagang yang satu dengan yang lainnya. Jumlah perahu yang terlibat dalam transaksi, dapat mencapai jumlah ratusan, sehingga terlihat sibuk dan ramai. Bahkan beberapa perahu juga terlihat didesain secara khas untuk tempat berdagang aneka makanan khas banjar seperti   soto,   kue dan minuman hangat.
Selain menyaksikan kegiatan transaksi perdagangan di pasar terapung, maka berdekatan dengan lokasi tersebut ada beberapa objek wisata alam lain yang menarik juga untuk dilihat antara lain,  Taman Wisata Pulau Kambang dan suaka Margasatwa Pulau Kaget, serta Taman wisata alam Pulau Bakut.  Ketiga  kawasan objek wisata tersebut terletak di tengah Sungai Barito, untuk mengunjungi kawasan tersebut dari Banjarmasin, memerlukan waktu antara 15 menit sampai 45 menit menggunakan speed boat.
mangrove
Pulau yang terletak di tengah Sungai Barito ini kawasannya merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan mangrove yang memiliki flora dan fauna khas hutan mangrove, dan menjadi tempat hidup atau habitat berbagai fauna seperti bekantan (Nasalis larvatus), lutung(Presbytis cristata), kera abu-abu (Macaca fascicularis), elang bondol (Haliastur indus), elang laut perut putih (Heliaeetus leucogaster), raja udang (Pelargopsis capensis), raja udang (Alcedo meninting), dan lain-lain. Beberapa jenis flora yang tumbuh seperti jingah (Gluta rengas), rambai (Soneratia caseolaris), panggang (Ficus retusa), pulantan (Alstonia pnematophora), nipah (Nypa fructicans), pandan (Pandanus tectorius), jeruju (Acanthus iliciofolius), piai (Acrostichum aureum), dan lain-lain.
Selain dapat mengujungi objek  wisata alam dan aktivitas transaksi di pasar terapung, kita juga dapat mengunjungi Kota Martapura, yang terletak 40 km dari Kota Banjarmasin.   Martapura sejak lama dikenal sebagai Kota Intan, di beberapa desa di sekitar Kota Martapura banyak aktivitas penambangan tradisional untuk mencari emas dan intan.     Di tengah Kota Martapura terdapat banyak toko yang menjual aneka perhiasan dengan harga bervariasi dari yang termurah dalam hitungan harga ribuan sampai dengan yang berharga ratusan juta rupiah.  Kini saatnya,  berwisata ke Kota Seribu sungai. (Januminro)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar