Sabtu, 21 November 2009

Berenang di Laut Terendah di Dunia

image
Laut Mati adalah salah satu kawasan paling unik dan menarik untuk dikunjungi. Laut Mati merupakan kawasan terendah di permukaan bumi atau terletak pada 417,5 m di bawah permukaan laut.  Sebenarnya Laut Mati bukanlah laut, namun sebuah danau yang berada pada cekungan yang membujur di daerah Israel dan di daerah kekuasaan Jordan. Sumber air utama danau ini, selain air hujan adalah air yang mengalir dari sekitar  lembah  danau Galilea yang dialirkan melalui Sungai Jordan.  Laut Mati memiliki panjang 47 mil dan lebar 10 mil, dengan total luas permukaan sekitar 360 mil, sedangkan kedalaman laut dapat mencapai 1278 kaki.
Laut Mati juga memiliki tingkat kandungan garam yang tertinggi di dunia atau dengan kata lain inilah kawasan paling asin di dunia. Akibat tingginya kandungan kadar garam, mengakibatkan tidak satu pun ada biota air  yang dapat bertahan hidup di danau ini.  Dengan alasan tersebut, lalu kawasan ini disebut sebagai Laut Mati. Dengan tingkat kandungan garam yang tinggi tersebut, maka setiap orang yang berenang di kawasan ini akan mengapung. Dengan keunikan tersebut, maka banyak turis yang datang untuk membuktikan keunikan kawasan ini.
jerusalem5thumbs20091117105606thumbs20091117105606 
Adapun aktivitas yang dilakukan di kawasan Laut Mati, selain berenang dan mencoba mengapung, juga dapat mencoba memanfaatkan kandungan lumpur yang ada di dasar lautnya. Kawasan Laut Mati memang mengandung lumpur yang diyakini memiliki khasiat dan manfaat bagi kesehatan kulit.  Karena begitu tingginya kepercayaan akan manfaat lumpur Laut Mati, maka lumpur tersebut  telah diproduksi dan dikemas  untuk keperluan kesehatan dan kecantikan kulit.   Air Laut Mati ini banyak mengandung bahan berupa  kalium, magnesium, dan bromium. Bahan lumpur yang telah diproduksi dan di jual dalam bentuk kemasan akan mudah ditemukan di beberapa toko di kawasan wisata sekitar Laut Mati, antara lain di Kota Jericho. Dan bila berkesempatan berbelanja pada salah satu toko yang ada di kota Jericho, maka para turis sebelum membeli produk-produk lumpur Laut Mati akan menerima penjelasan tentang manfaat setiap produk dari seorang penjaga toko yang lancar bahasa Indonesia dan Inggris serta bahasa lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian para ahli, saat ini air permukaan Laut Mati cenderung semakin menurun,  hal itu disebabkan suplai air yang berasal dari sungai Jordan setiap tahunnya semakin menyusut, seiring dengan meningkatnya penggunaan air untuk keperluan pertanian dan rumah tangga di sekitar lembah Jordan. Saat ini harus di akui Israel telah berhasil mengubah sebagian lembah Jordan yang gersang menjadi kawasan  pertanian yang menghasilkan antara lain produk pisang dan mangga. Sehingga hasil produksinya bukan saja untuk mengisi kebutuhan lokal, namun telah diekspor ke beberapa negara.  Turunnya debit air yang masuk ke kawasan ini, mengakibatkan tingkat kadar garam Laut Mati semakin meningkat.
Karena Laut Mati  terbagi pada  dua wilayah kekuasaan, yaitu pada sisi  Barat masuk wilayah Israel dan sisi Timur wilayah Jordan, maka untuk mengunjungi kawasan ini dapat dilakukan  melalui kedua wilayah tersebut. Selain itu kawasan Laut Mati, berada tidak jauh dari wilayah kekuasaan otoritas Palestina, terutama dari kota Jericho.  Untuk akses jalan pada kedua sisi Laut Mati, terdapat Secondary Road yang membentang dari Utara ke Selatan.  Di bagian Utara terdapat pertemuan  antara Secondary Road wilayah Israel dengan Jordan, yang melintang Sungai Jordan.  Dan di bagian Selatan ada titik pertemuan antara kota Eilat dan Akaba, yaitu Arava Border Cek Poin.
Ingin mengapung dan merasakan khasiat lumpur untuk kesehatan dan kecantikan kulit, maka segera kunjungi Laut Mati  (Januminro).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar